Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh Tanpa Kita Sadari
Greenlab Indonesia
Monday, 10 Nov 2025
Berapa Banyak Mikroplastik yang Masuk ke Tubuh Kita?
Sebuah studi menemukan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata menelan sekitar 15 gram mikroplastik per bulan, setara dengan tiga kartu ATM. Angka ini menggambarkan betapa mikroplastik telah menyebar luas ke dalam rantai makanan dan kehidupan kita sehari-hari.Dari Mana Asalnya Mikroplastik Ini?
Mikroplastik berasal dari pecahan plastik besar yang terdegradasi menjadi partikel kecil oleh panas matahari, angin, dan air. Partikel-partikel ini kemudian mencemari berbagai sumber kehidupan:- Laut dan hasil laut: ikan, kerang, dan garam laut kini diketahui mengandung partikel mikroplastik.
- Air minum: baik air kemasan maupun air ledeng berpotensi mengandung mikroplastik akibat pipa dan limbah plastik.
- Kemasan makanan dan minuman: penggunaan plastik sekali pakai, terutama pada makanan panas, dapat melepaskan partikel mikroplastik ke dalam makanan.
- Udara dan debu rumah: partikel mikroplastik dari kain sintetis atau produk rumah tangga bisa terhirup setiap hari.
Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh?
Prosesnya terjadi secara bertahap dan sulit dihindari:
- Plastik besar terurai menjadi partikel mikro.
- Partikel ini menyebar melalui air, udara, dan tanah.
- Mikroplastik diserap oleh tumbuhan, termakan oleh hewan laut, lalu berakhir di makanan yang kita konsumsi.
- Sebagian partikel juga bisa masuk lewat udara yang kita hirup setiap hari.
Apa Dampaknya Bagi Kesehatan?
Meski penelitian masih terus berjalan, sejumlah studi menunjukkan mikroplastik dapat:- Mengiritasi saluran pencernaan.
- Membawa bahan kimia berbahaya (seperti BPA atau ftalat).
- Memengaruhi sistem hormon dan kekebalan tubuh.
- Berpotensi menumpuk di jaringan organ jika terpapar dalam jangka panjang.
Langkah Sederhana untuk Mengurangi Paparan Mikroplastik
Kita memang tak bisa menghindarinya sepenuhnya, tapi bisa mengurangi risikonya dengan kebiasaan sederhana:- Gunakan botol minum dan wadah makanan non-plastik (kaca, stainless steel).
- Kurangi plastik sekali pakai seperti sedotan, kantong, dan gelas plastik.
- Pilih air minum isi ulang yang disaring dibanding air kemasan.
- Cuci buah dan sayur dengan bersih untuk mengurangi sisa partikel dari udara atau tanah.
- Dukung kebijakan dan gaya hidup ramah lingkungan di komunitas sekitar.