whatsapp-logo

Pelanggan yang terhormat, selamat datang di Greenlab Indonesia. Ada yang bisa kami bantu? Yuk konsultasikan kebutuhan pengujian lingkungan Anda. Kami tunggu yaa 😊🙏🏻

Yuk Konsultasikan!

environesia-image

Stay Update,

Stay Relevant

Greenlab’s Timeline

kunjungan kan

TPA Cipeucang Overload, Apakah Penutupan Terpal dan Penyemprotan Menjadi Solusi? Berikut Faktanya!

Greenlab Indonesia

Wednesday, 17 Dec 2025

Kondisi overload di TPA Cipeucang, Kota Tangerang Selatan, memicu krisis pengelolaan sampah yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Salah satu langkah yang terlihat di lapangan adalah penutupan tumpukan sampah dengan terpal serta penyemprotan cairan antibau. Langkah ini menuai beragam respons publik, mulai dari dianggap sebagai solusi cepat hingga dinilai hanya menutupi masalah. Lalu, bagaimana sebenarnya langkah ini dinilai dari sudut pandang ahli pengelolaan landfill dan lingkungan? Apakah cara tersebut tepat secara teknis, atau hanya solusi darurat?

Mengapa Sampah Ditutup Terpal dan Disemprot?

Dalam praktik pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), penutupan sampah bukanlah hal baru. Para ahli landfill menjelaskan bahwa penutupan permukaan timbunan sampah bertujuan untuk mengendalikan dampak langsung, bukan mengolah sampah itu sendiri. Secara umum, penutupan dan penyemprotan dilakukan untuk:

  • Mengurangi bau tidak sedap.
  • Menekan keberadaan lalat dan vektor penyakit.
  • Mencegah sampah ringan beterbangan.
  • Mengurangi gangguan sosial saat terjadi kondisi darurat.

Pada kasus TPA Cipeucang, langkah ini dilakukan karena kapasitas TPA terlampaui dan operasional tidak berjalan normal, sehingga sampah sempat menumpuk di luar sistem pengelolaan yang seharusnya.

Fungsi Penutupan Terpal pada Sampah Menurut Ahli

Menurut prinsip sanitary landfill yang digunakan secara luas di dunia, penutupan sampah memang merupakan bagian dari operasi TPA. Namun, yang perlu dipahami, penutup tersebut idealnya berupa tanah atau material penutup khusus, bukan sekadar terpal plastik. Dalam konteks profesional:

  • Terpal bukan alat pengolahan sampah.
  • Terpal hanya digunakan sebagai penutup sementara saat kondisi darurat, cuaca ekstrem, atau gangguan operasional alat.
  • Penutupan permanen harus disertai sistem drainase lindi dan pengendalian gas.

Artinya, dari sudut pandang teknis, fungsi terpal hanya bersifat sementara dan terbatas.

Penyemprotan Sampah Hanya Mengatasi Bau, Bukan Masalah Utama

Penyemprotan yang dilakukan umumnya menggunakan cairan pengendali bau atau disinfektan tertentu. Para ahli lingkungan menegaskan bahwa penyemprotan tidak mengurangi volume sampah dan tidak menghentikan proses pembusukan. Manfaat penyemprotan memang nyata dalam jangka pendek, seperti:

  • Bau menjadi lebih terkendali.
  • Gangguan terhadap warga berkurang.
  • Area terlihat lebih “tertata” secara visual.

Namun secara teknis, penyemprotan hanya mengendalikan gejala, bukan akar persoalan persampahan.

Seberapa Efektif Metode Penutupan dan Penyemprotan Sampah Menurut Praktik Profesional?

Dari sudut pandang landfill profesional, efektivitas penutupan dan penyemprotan sampah dapat diringkas sebagai berikut:

Penutupan dan penyemprotan sampah efektif untuk jangka pendek, terutama:

  • Saat TPA overload.
  • Ketika terjadi penutupan sementara.
  • Untuk meredam dampak sosial dan lingkungan secara cepat.

Namun, penutupan dan penyemprotan sampah tidak efektif untuk jangka menengah dan panjang, karena:

  • Tidak mengurangi jumlah sampah yang masuk.
  • Tidak mengendalikan gas metana secara sistematis.
  • Tidak memperbaiki sistem pengelolaan lindi.
  • Berpotensi menimbulkan masalah baru jika digunakan terlalu lama.

Para ahli menilai, semakin lama metode ini digunakan, semakin tinggi risikonya jika tidak disertai perbaikan sistem utama.

Risiko Jika Penutupan Terpal dan Penyemprotan Dijadikan Solusi Utama

Jika penutupan terpal dan penyemprotan dianggap sebagai solusi utama, terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai:

  • Penumpukan gas di bawah terpal yang berbahaya.
  • Peningkatan kelembapan yang mempercepat pembentukan lindi.
  • Timbunan sampah menjadi tidak stabil.
  • Masalah struktural TPA tertunda penyelesaiannya.

Karena itu, metode ini tidak direkomendasikan sebagai kebijakan jangka panjang oleh para ahli pengelolaan sampah.

Apa Solusi yang Tepat Untuk TPA Cipeucang?

Para ahli sepakat bahwa krisis seperti di TPA Cipeucang harus ditangani dengan pendekatan sistemik, antara lain:

  • Mengurangi sampah dari sumber melalui pemilahan.
  • Mengolah sampah organik sebelum masuk TPA.
  • Memastikan TPA hanya menerima residu akhir.
  • Meningkatkan standar TPA menuju sanitary landfill yang utuh.

Dalam kerangka ini, terpal dan penyemprotan hanyalah alat bantu darurat, bukan solusi inti. Penutupan sampah dengan terpal dan penyemprotan dapat dibenarkan sebagai langkah darurat akibat overload TPA Cipeucang. Namun menurut para ahli, cara ini tidak bisa disebut sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Langkah tersebut hanya meredam dampak sementara, sementara akar masalah yakni kapasitas TPA dan sistem persampahan kota tetap harus dibenahi. Jika tidak, krisis serupa akan terus berulang, hanya dengan penanganan permukaan yang berbeda.

Discover compassionate service

that exceeds expectations.

Bersama Greenlab Indonesia, mari bangun

Indonesia dengan lingkungan yang lebih baik,

secara terukur, teratur, dan terorganisir.

model-6